BELAJAR MEMBUAT FILM BERKUALITAS DI ACARA TALKSHOW MOBILIARI FILM FESTIVAL

Diposting pada

Nonton Film Streaming Online Gratis – Salah satu urutan acara berasal dari Mobiliari Film Festival adalah film talkshow dan open audition. Edwin Nazir, Ray Arif Nayoan dan Jujur Prananto bagikan kiat-kiat membawa dampak film yang berkualitas kepada mahasiswa peserta talkshow di Auditorium Binus University (Kampus Anggrek).

Acara talkshow Mobiliari Film Festival merupakan anggota acara berasal dari Hitsss Festival 2018. Dalam acara talkshow bertema “Making Short Films: The Complete Guide From Script To Screen” ini, pemateri membagikan pengetahuan tentang dasar-dasar pembuatan film pendek sebagai pembekalan untuk mengikuti film audition. Nantinya mereka yang menang kompetisi ini dapat berkesempatan beroleh hadiah total Rp 100 juta dan diberangkatkan ke TWNC (Tambling Wildlife Nature Conservation).

Havid Han, perwakilan berasal dari Mobiliari Institute menyatakan tentang Mobiliari Film Festival yang mengangkat tema besar “The Balanced Life”. “Tema ‘The Balanced Life’ yang artinya keseimbangan hidup dapat dikreasikan bersama dengan berbagai perspektif. Ide cerita film yang diikutsertakan dapat berbagai genre. Kamu dapat angkat keseimbangan hidup dalam perihal apa pun. Bisa tentang keseimbangan pada kehidupan karir dan keluarga, atau terhitung tentang menyeimbangkan hidup kita bersama dengan alam,” ujar Havid Han.

Untuk mengikutinya kamu cuma perlu mendaftarkan naskah terbaikmu dan showreel atau portofolio ke. Di website berikut kamu terhitung dapat memandang syarat dan ketentuan untuk mengikuti open audition ini.

“Untuk timnya memuat 10 orang. Tapi untuk kamu yang belum memiliki tim terhitung dapat mendaftarkan secara individu, dan nanti dapat disatuka bersama dengan anggota tim lainnya.” Setelah terpilih, 5 tim ini dapat mengikuti workshop sebelum diberangkatkan ke TWNC. “Untuk timnya sendiri dapat melibatkan penduduk umum, cuma saja bersama dengan syarat dalam 10 orang tersebut, sekurang-kurangnya tersedia 4 mahasiswa aktif. Karena obyek ajang ini sesungguhnya untuk mentransfer pengetahuan berasal dari praktisi dunia film ke anak-anak muda,” lanjut Havid.

TWNC, Lokasi Konservasi yang Menarik untuk Shooting Film

Dalam acara talkshow ini terhitung datang berasal dari perwakilan TWNC yang menyatakan tentang TWNC dan suasana wilayah yang nantinya dapat digunakan peserta yang menang open audition untuk melakukan sistem mengolah film.

TWNC merupakan kawasan konservasi yang dioperasikan dan dikelola oleh Artha Graha Peduli atau AGP Foundation sejak th. 1996. TWNC mencakup 48. 153 hektar hutan yang merupakan anggota berasal dari 365.000 hektar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan kira-kira 14.089 cagar laut. Terletak di ujung selatan Pulau Sumatera, daerah terpencil ini ideal untuk bantuan kehidupan liar.

TWNC terhitung melakukan usaha penyelamatan dan konservasi satwa yang terancam punah seperti rehabilitasi Harimau Sumatera. “Rehabilitasi harimau bertujuan untuk meningkatkan populasinya. Karena banyak harimau yang diincar untuk diburu. Di sana kita membawa dampak hutan alami yang jadi habitat alami yang terlalu mungkin satwa lihat berkembang biak,” ujar Ginny Galih, Staf Konservasi TWNC.

TWNC merehabilitasi Harimau Sumatera dan melewatkan mereka ulang ke alam liar. Sebelum melewatkan liarkan, kita melakukan pemeriksaan, merawat luka, memantau prilaku dan kesegaran mereka. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan populasi dan tingkat kelangsungan hidup harimau di alam liar, agar tidak punah.

“Pasokan oksigen di sana tetap 100%. Kaum urban terkecuali ke sana dapat refresh kekuatan dan otak, serta dapat memandang hewan liar secara asli,” ujar Alifah Meltriana, Staf Konservasi TWNC.

Harimau Sumatera jadi tidak benar satu yang diutamakan usaha konservasinya sebab Harimau Jawa dan Harimau Bali telah punah, dan yang tersisa cuma Harimau Sumatera. “Harimau sumatera ini terhitung satwa liar yang dilindungi di dunia. DI TWNC terdapat pusat rehabilitasi untuk merawat harimau ini. Untuk yang nantinya dapat shooting di sana, tidak perlu risau atau khawatir. Harimau nggak dapat ganggu terkecuali kita sebagai manusia nggak mengganggu duluan,” lanjut Ginny.

TWNC terhitung memiliki penanganan yang disebut ranger. Ranger ini yang nantinya dapat bantu disaat sistem pembuatan film tanpa risau suasana bahaya. Menurut Ginny dan Alifah sebagai staf konservasi TWNC, harimau condong menghambat berasal dari manusia. Kecuali habitatnya diganggu, atau anak-anaknya diserang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *