Obat Perangsang; Perlukah Dikonsumsi Pasangan?

Diposting pada


Seiring bersama dengan jadi bertambahnya usia rumah tangga, banyak pasangan suami-istri yang sesudah itu mengeluhkan turunnya gairah seksual. Karenanya, tidak heran terkecuali beberapa di antaranya mau melaksanakan beraneka langkah demi mengembalikan birahi layaknya sedia kala -termasuk mengonsumsi obat perangsang. Namun, amankah langkah tersebut? Simak penjelasan lengkap khas Go Dok berikut ini!

Obat perangsang adalah…
Obat perangsang -atau yang dikenal termasuk bersama dengan istilah sex drops– sejatinya adalah style obat yang penggunaannya ditujukan untuk menaikkan libido pria/wanita. Konon, bersama dengan mengonsumsi obat style ini Anda akan merasakan beberapa efek, layaknya meningkatnya sensitivitas/kepekaan di kira-kira organ intim, terpacunya mengolah cairan pelumas, hingga berlipat gandanya intensitas dan frekuensi orgasme.

Apa saja senyawa yang terdapat di di dalam obat perangsang?
Jika ditilik secara lebih seksama, maka biasanya obat perangsang mengandung senyawa serupa. Sebut saja melatonin dan ekstrak Canitis.

Apa itu melatonin? Sebenarnya, melatonin merupakan hormon tidur yang diproduksi secara independen oleh tubuh. Namun, karena beberapa alasan (seperti tingginya tingkat kuatir dan depresi), mengolah melatonin di dalam tubuh dapat terhambat. Akibatnya, bukan hanya pola tidur yang terpengaruh, tapi gairah seksualpun akan turut menurun. Karenanya, banyak yang sesudah itu memilih untuk mengonsumsi suplemen khusus demi mengembalikan takaran normal melatonin di dalam tubuh.

Senyawa sesudah itu yang banyak ditemui di dalam obat perangsang adalah ekstrak Canitis. Terdengar asing di telinga orang awam, ekstrak Canitis didapat dari penyulingan garam Cantharidin -bahan alami yang berbentuk afrodisiak dan seing dimanfaatkan untuk mengembalikan gairah seksual.

Selain dua senyawa di atas, terdapat pula beberapa bahan pelengkap lainnya, layaknya ginseng, vitamin B3, L-Arginine, dll.

Sebelum mengonsumsi obat perangsang, liat dulu perihal berikut!
Setelah menyimak penjelasan di atas, barangkali Anda bertanya-tanya, “Dari sudut pandang dunia medis, apakah mengonsumsi obat perangsang diperbolehkan?”. Sebenarnya, mayoritas dokter dan ahli tidak merekomendasikan langkah ini. Mengapa? Sebab, banyak produsen obat nakal di luar sana yang menjual produknya tanpa melampirkan uraian atau penjabaran lengkap berkenaan bahan apa saja yang digunakan di dalam proses pembuatan obat.

Selain itu, banyak pula obat perangsang yang terang-terangan hanya mengandalkan pengaruh plasebo saja (efek kosong). Jika hingga dikonsumsi, obat ini bukannya dapat menaikkan gairah seks, tapi tambah memperberat kerja ginjal dan hati saja.

Lantas, apa yang mesti dijalankan demi menaikkan gairah seks Anda dan pasangan? Faktanya, terdapat beberapa langkah medis yang dapat ditempuh, seperti:

Terapi hormon
Melakukan kontrol kesehatan secara menyeluruh, termasuk memeriksakan takaran hormon dopamin di dalam tubuh. Mengapa? Karena hormon ini terbukti berpengaruh besar pada level seksualitas Anda.
Rajin berolahraga. Langkah ini ditujukan untuk menjauhkan Anda dari stres dan kuatir berlebih.
Itu tadi sekelumit penjelasan berkenaan obat perangsang. Sudah terbukti bukan, bahwa ketetapan untuk mengonsumsi obat style ini tidak direkomendasikan secara medis? Jadi, senantiasa berhati-hati, ya! Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *